Sunscreen Facetology untuk Kulit Apa? Apakah Cocok untuk Kulit Bruntusan?

0

Sunscreen Facetology untuk kulit apa? Apakah cocok untuk kulit bruntusan? Buat kamu yang sedang mencari informasi mengenai jenis kulit yang cocok pakai sunscreen Facetology, simak ulasan ini.

Sebagai informasi, merek tabir surya buatan lokal ini sebetulnya diklaim cocok untuk semua jenis kulit. Namun, ada beberapa jenis kulit yang lebih direkomendasikan menggunakan produk ini dikarenakan kesesuaian dengan kandungan di dalamnya.

Sebelum bahas lebih lanjut mengenai jenis kulit yang cocok pakai sunscreen merek Facetology, sudah tahukah kamu asal produk ini? Pertama kali hadir di tahun 2022, banyak orang yang awalnya mengira tabir surya ini dibuat oleh brand luar negeri.

Namun faktanya, sunscreen berteknologi ini merupakan produk buatan lokal. Produk ini kian dikenal masyarakat setelah viral di TikTok dan disambut cukup baik oleh para beauty enthusiast. Lantas, sunscreen Facetology untuk kulit apa?

Sunscreen Facetology untuk Kulit Apa?

Dilihat dari segi kandungannya, produk tabir surya ini ternyata bebas alkohol, fragrance, dan juga paraben. Oleh karena itu, sensitive skin jadi salah satu jenis kulit yang cocok memakai Facetology sunscreen.

Hal tadi juga diamini oleh pihak Facetology. Mereka mengklaim bahwa produknya ini dipastikan aman digunakan para pemilik kulit sensitif. 

Adanya klaim sunscreen Facetology untuk kulit apapun tentunya cukup menjawab kekhawatiran kamu. Khususnya yang kerap bertanya sunscreen Facetology apakah cocok untuk kulit sensitif. 

Kemudian, jika kamu penasaran apakah sunscreen Facetology cocok untuk kulit bruntusan dan berjerawat? Perlu diketahui bahwa produk ini terbilang aman dipakai untuk kedua jenis kulit tersebut. Terlebih jika jenis kulit kamu termasuk normal yang sedang berjerawat.

Adapun untuk pemilik kulit berminyak dan kombinasi, produk ini dapat dicoba terlebih dulu. Pasalnya, kandungan pelembab dalam produk ini tergolong cukup tinggi sehingga lebih cocok untuk tipe kulit kering. 

Kendati begitu, cocok tidaknya tabir surya ini sangat tergantung pada tipe kulit tiap orang yang cenderung tidak sama sepenuhnya. Jadi, kamu sebaiknya mencobanya terlebih dulu untuk tahu worth it tidaknya produk ini untukmu.

1. Kandungan Bahan Sunscreen Facetology 

Dalam sunscreen Facetology terkandung SPF 40 PA+++ yang sangat pas digunakan masyarakat di Indonesia. Kandungan tersebut mampu melindungi kulit secara maksimal dari paparan sinar matahari siang hari yang berefek buruk bagi kesehatan kulit

Selain mengandung SPF 40, terdapat komposisi utama berupa aqua, niacinamide, glycerin, centella asiatica extract, dan ethylhexyl methoxycinnamate. Selain itu, ada juga titanium dioxide, paraffinum liquidum, ethylhexyl salicylate, glycine soja oil, dan tranexamid acid.

Diperkaya juga dengan ekstrak oryza sativa, oryza sativa germ, artemisia vulgaris, bunga camellia japonica, morus alba bark, dan broussonetia papyrifera bark. Ada juga ekstraksi camellia sinensis flower, rhus semialata, pyrus malus fruit, tricholoma matsutake, phragmites kharka, dan poria cocos.

Selanjutnya ada madecassoside, zinc oxyde, methylene bis-benzotriazolyl tetramethylbutylphenol, polyglyceryl-3 diisostearate, polyacrylamide, C13-14 isoparaffin, propylene glycol, lureth-7, dan alumunium hydroxide. Kandungan lainnya, triethoxycaprylylsilane, potassium sorbate, citric acid, butylene glycol, decyl glucoside, caprylhydroxamic acid, xanthan gum, dan lain-lain.

2. Manfaat  Penggunaan Sunscreen Facetology 

Cocoknya sunscreen Facetology untuk kulit apa saja adalah salah satu manfaat dari kombinasi komposisi terbaik dalam produk ini. Di sisi lain, tiap-tiap kandungan utama di dalamnya juga mampu memberikan keuntungan lain untuk penggunanya.

  • Untuk SPF 40 PA+++, kandungan tersebut mampu memastikan kulit wajah terjaga dari efek buruk sinar UV A, UV B, dan juga blue light.
  • Kandungan  ethylhexyl methoxycinnamate dapat memaksimalkan perlindungan kulit dan mencegah munculnya tanda-tanda kerusakan akibat paparan sinar UV B.
  • Dengan niacinamide, tranexamic acid, dan ekstrak brightening, tabir surya Facetology juga dapat mencegah kulit tampak kusam. Sebaliknya, wajah bisa terlihat lebih cerah setelah penggunaan produk ini secara rutin.
  • Dilengkapi kandungan centella asiatica atau CICA dan mugwort sehingga tabir surya ini dapat memberikan efek calming. 
  • Keduanya juga bersifat anti inflamasi sehingga tangguh untuk mencegah kulit dari risiko kemerahan.
  • Ada juga kandungan white ten yang ampuh untuk memperbaiki kerusakan skin barrier serta mengurangi jerawat.

3. Kapan Waktu yang Cocok Menggunakan Sunscreen Facetology? 

Sunscreen Facetology bisa dipakai setiap pagi sebelum kamu beraktivitas. Namun, tidak seperti tabir surya lain yang bagusnya dipakai 30 menit sebelum aktivitas, skincare ini bisa diaplikasikan kapan saja.

Pasalnya, berdasarkan klaim produsennya, hanya butuh waktu 30 detik untuk mengaplikasikan tabir surya ini. Di samping itu, produk ini punya tekstur ringan sehingga bisa dengan mudah menyerap ke kulit. 

Sebagai informasi, jenis sunscreen ini sebetulnya punya tekstur gel creamy. Namun, kandungan airnya yang cukup tinggi membuatnya cepat berubah tekstur menjadi watery saat terkena kulit. 

Selain waktu tepat menggunakannya, pengaplikasian skincare ini juga tak sama seperti tabir surya lain. Kamu perlu mengeluarkan produk dengan cara memutar tutup ungu dan memencet botolnya hingga cairan di dalamnya keluar.

Produk bisa langsung diaplikasikan ke semua permukaan wajah dan diratakan sampai setipis mungkin. Setelahnya, kamu bisa menepuk-nepuk wajah perlahan untuk memastikannya benar-benar menyerap.

Adapun hasil akhir dari pemakaian ini dipastikan terasa dingin, anti-peeling, non-greasy, dan tanpa white cast. Setelah menggunakannya, kamu bisa menggunakan makeup wajah untuk tampilan lebih matte atau produk lain agar wajah terkesan glowy.

4. Sunscreen Facetology Termasuk Physical atau Chemical Sunscreen?

Sunscreen Facetology diformulasikan dengan kombinasi bahan untuk physical sunscreen dan juga chemical sunscreen. Oleh karena itu, produk dengan formula hybrid ini termasuk dalam kategori hybrid sunscreen.

Berkat kandungan hibrid, sunscreen ini memiliki tekstur ringan. Tak hanya itu, produknya yang berwarna putih tidak memberikan efek kusam setelah digunakan.

Selain itu, produk dipastikan cocok dipakai untuk warna kulit apapun. Pasalnya, penggunaan sunscreen Facetology ini tidak menghasilkan efek tone up berlebihan.

5. Sunscreen Facetology untuk Umur Berapa?

Berkat kandungan yang ringan dalam Sunscreen Facetology, produk ini diklaim cocok digunakan semua orang. Khususnya untuk remaja dan dewasa mulai usia 12 tahun.

Seperti diketahui, melindungi kesehatan kulit wajah sangat penting dilakukan sejak dini. Dengan memakai produk ini sejak masih remaja, berbagai resiko kerusakan kulit yang lebih parah dapat diminimalisir. 

6. Apakah Sunscreen Facetology Sudah BPOM? 

Bagi kamu yang tertarik menggunakan sunscreen merk Facetology, produk bisa digunakan tanpa perlu khawatir. Hal ini dikarenakan produk sudah terdaftar di BPOM dan dilabeli halal MUI.

Produk buatan lokal ini punya bentuk botol serupa telur berwarna putih dengan tutup berwarna ungu. Dengan harga kisaran Rp60 ribuan sampai Rp70 ribuan, Facetology sunscreen sudah bisa didapatkan dalam kemasan berisi 40 ml.

Di dalamnya juga sudah terdaftar aplikator untuk memudahkan pengaplikasiannya ke wajah. Jadi bagaimana? Kamu makin tertarik mencoba produk tabir surya ini?

Kini kamu tidak perlu khawatir dan bertanya lagi tentang sunscreen Facetology untuk kulit apa saja. Karena semua jenis kulit aman menggunakan produk satu ini. Termasuk kulit bruntusan, kulit kering, dan kulit sensitif.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Gudfest
Logo